Persija Bisa Lebih Hemat
JAKARTA - Persija Jakarta tidak perlu boros seperti musim-musim sebelumnya. Pembelian pemain juga masih bisa ditekan agar dana yang tersedia bisa digunakan secara optimal.
Hal ini diungkapkan oleh Direktur Bisnis dan Keuangan PT Persija Jaya, Sonny Sumarsono kepada wartawan di Senayan, Jakarta, Selasa, 18 Agustus 2009. Menurut Sonny dengan dana Rp10 miliar Persija suda tampil di LSI 2009/2010.
"Buat apa dana Rp30 miliar tapi tidak dibelanjakan dengan benar? Dengan Rp10 miliar saja Persija sebenarnya sudah bisa bersaing di Liga Super Indonesia (LSI). Yang penting dana itu dialokasikan dengan benar,"kata Sonny.
Musim lalu Persija memang masuk dalam daftar tim paling boros. Untuk belanja pemain, Macan Kemayoran yang mendapat suntikan APBD sebesar Rp21 miliar menghabiskan dana Rp16,836 miliar.
Dengan uang belanja sebesar itu, Persija mampu menempatkan Bambang Pamungkas sebagai pemain lokal termahal. Pemain yang akrab disapa Bepe itu dibayar Rp1,370 miliar setahun.
Sedangkan Abanda Herman menjadi pemain termahal untuk kategori legiun asing. Abanda dikontrak dengan harga Rp 1,315 miliar setahun.
Sayang, pengeluaran ini tak sebanding dengan hasil yang didapatkan Persija. Macan Kemayoran yang menargetkan double winner hanya mampu finish di posisi ke-7 LSI dan terhenti di babak delapan besar Copa Indonesia 2008/2009.
"Saat ini masih banyak pemain berkualitas dengan harga ratusan juta saja. Kalau dengan haraga segitu, pembelian pemain cukup dengan dana antara Rp2,5 miliar - Rp3 miliar. Sisanya kan bisa untuk biaya lainnya" tandas Sonny.
• VIVAnews
Hal ini diungkapkan oleh Direktur Bisnis dan Keuangan PT Persija Jaya, Sonny Sumarsono kepada wartawan di Senayan, Jakarta, Selasa, 18 Agustus 2009. Menurut Sonny dengan dana Rp10 miliar Persija suda tampil di LSI 2009/2010.
"Buat apa dana Rp30 miliar tapi tidak dibelanjakan dengan benar? Dengan Rp10 miliar saja Persija sebenarnya sudah bisa bersaing di Liga Super Indonesia (LSI). Yang penting dana itu dialokasikan dengan benar,"kata Sonny.
Musim lalu Persija memang masuk dalam daftar tim paling boros. Untuk belanja pemain, Macan Kemayoran yang mendapat suntikan APBD sebesar Rp21 miliar menghabiskan dana Rp16,836 miliar.
Dengan uang belanja sebesar itu, Persija mampu menempatkan Bambang Pamungkas sebagai pemain lokal termahal. Pemain yang akrab disapa Bepe itu dibayar Rp1,370 miliar setahun.
Sedangkan Abanda Herman menjadi pemain termahal untuk kategori legiun asing. Abanda dikontrak dengan harga Rp 1,315 miliar setahun.
Sayang, pengeluaran ini tak sebanding dengan hasil yang didapatkan Persija. Macan Kemayoran yang menargetkan double winner hanya mampu finish di posisi ke-7 LSI dan terhenti di babak delapan besar Copa Indonesia 2008/2009.
"Saat ini masih banyak pemain berkualitas dengan harga ratusan juta saja. Kalau dengan haraga segitu, pembelian pemain cukup dengan dana antara Rp2,5 miliar - Rp3 miliar. Sisanya kan bisa untuk biaya lainnya" tandas Sonny.
• VIVAnews

0 komentar:
Posting Komentar